PULKAM


kalau tidak dipenuhi dengan misteribukan hidup namanya

setidaknya seperti sore tadi ketika

kukatakan bahwa musim tidak lagi penghujan kepada seorang tua yang asik menyeruput susu

coklat hangat di wedhangan

ya, kalau berjalan tanpa misteri dan kenyataan

yang kerap kali walik grempyang tak sesuai anggapan      

bukan hidup sebutannya

setelah memproklamirkan musim yang tidak lagi penghujan pada seorang tua di wedhangan

malamnya gemericik menghantam-hantam atap seng indekosan

udara dingin kian semakin

aku meraba selimut

yang terengkuh bara rasa kalut

seberapa dekat nafas dengan maut 

seekor lalat tersesat
di dalam kamar hinggap
terbang pada tumpukan buku yang kesepian
seribu semut hitam berjalan
teratur menuju manisan
manisku, pikiran berlebihan menyebabkan tak doyan makan
hanya kepulan asap yang memenuhi petak ruangan berukuran dua setengah meter persegi                
sepi,
rumah nenek tanpa anak cucu tanpa penghuni
sunyi, laba-laba berlatih baca puisi
pisau,tergeletak murung tanpa sarung
sarang, misteri memerlukan hidup yang karang
meski ombak selalu riuh setiap petang
pulang, sayang
orang-orang tercinta dilanda rindu setiap malam
dan doa adalah tutorial memeluk dari jauh
perahu siapa tengah berlabuh
siapa saja penumpang yang
berani untuk pulang 

aku pulkam
kecamatan yang sepi menjadi riuh
banyak warung bongkar pasang bertebaran
sepanjang bibir jalan yang sariawan antrean
mengular menuju pom bahan bakar dan
mesin penarik uang
aku pulkam
menuju rumah aku melihat bukit kapur selesai disantap
siapa tega melahap habis kelangsungan hidup
siapa telah padamkan lampu sederhana
yang nggelantung di depan warung milik tetangga
siapa rela membanting mangkuk
semula tegur sapa sekarang kikuk
aku pulkam
dari kota dengan gedung tingginya
menuju kabupaten yang mulai gundul bukitnya
aku pulkam
apa kabar orang-orang tercinta
siapa telah bendung air mata
sungai pada pipi
mengalir tak serupa kali kini
kalau, pulang adalah sebenar tujuan
hidup haruslah terus berjalan
karena kerontang pada kaki bukan soal
karena rasa nyeri dan pegal
tidaklah beda dengan apa yang kita sebut sebagai bahagia
aku pulkam
bagimu pergi
jiwa raga pulang kembali

 

Pati, 04 Juli 2022

M.A.S.

Komentar