Hanya Menulis

 


Adalah Hanya Penulis, sebuah esai yang saya temukan di bagian paling awal dari kumpulan esai Melihat Pengarang Tidak Bekerja. Tulisan ini adalah tulisan Mahfud Ikhwan yang mengolok dirinya sendiri. Cara yang unik untuk sebuah nasihat. Ya, kadang pengalaman buruk orang lain sama berharganya buat kita. Pertanyaan "Mengapa Anda menulis?" rupanya memang bukan soal yang mudah. Terbukti, sekelas dirinya saja jawaban yang diberikan sering kali mengecewakan—menurut penuturannya sendiri. Awalnya, saya pikir alasan untuk menulis haruslah prinsipsionis, heroik, dan diikrarkan dengan bahasa yang keren. Jadilah saya kadang terlalu mengada-adakan jawaban itu sendiri sebab saya sepenuhnya sadar bahwa sampai hari itu saya tidak tahu alasan saya menulis.

Bersamaan dengan Ikhwan yang menemukan jawabannya, saya turut menjadi penumpang di perahunya. Ia bilang, ia menulis karena hanya itu yang ia bisa. Ia terlalu pecundang untuk banyak hal. Saya setuju. Saya demikian pecundangnya untuk banyak hal, bahkan menulis itu sendiri.

Dari kepecundangannya, ia memberikan wejangan penting bahwa menulis atau menjadi penulis kadang memang tak perlu heroik. Kita menulis sebab hanya itu yang kita bisa (coba).

-Ishmah


Komentar